PUITIS??? (Reaching Ambition and My Dreams)


Saat sekolah tadi, teman-teman sedang berbicara tentang cita-cita dan impian di masa yang akan datang, cita-cita dan impian teman saya pun beragam mulai dari dokter, tambang, dan lainnya. Saat itu kami sedang ngerumpi di dalam kelas masih terdapat guru yang mengajar pelajaran Al-quran, karena gurunya sedang sibuk menyimak teman-taman saya yang sedang mengaji, kami pun bertujuh orang dengan satu laki-laki, sibuk menceritakan masa depan kami yang saat itu kami sedang berkhayal jika kami sudah kuliah dan mendapatkan pekerjaan.

Kami pun berkeliling menanyakan satu-satu apa yang akan kami lakukan di masa mendatang ketika kami sudah kuliah dan bekerja, semuanya yang kami ceritakan di masa yang akan datang nanti sungguh menyenangkan, dimulai kami pada kuliah ingin berkerja sampingan, dll...

Mungkin jika ditanya cita-cita saya, bisa dibilang masih suram saya masih belum berpikir ingin jadi apa saya di masa yang akan datang, tapi sudah mendapat bayangan apa yang akan saya lakukan di masa yang akan datang.

Saat itu saya membayangkan jika pada saat kuliah nanti saya ingin memasuki Fakultas Ilmu Komunikasi (*sebenarnya jurusan apa saja asalkan yang berbau tentang IPS), yaitu di UGM (Universitas Gadjah Mada) itu adalah salah satu tempat Universitas yang saya idamkan mungkin jika diterima masuk melalui jalur undangan tentu saya sangat senang, tetapi saya juga ingin di UI (Universitas Indonesia) dengan jurusan yang sama, tetapi saat kami semua menceritakan itu saya hanya diam dan mendengarkan cita-cita teman saya.

Ketika kami membahas tentang IQ (Intelligence Quotient), dimana pekerjaan yang cocok pada kami, ketika saya bilang jika saya cocok di "Music dan Art", salah satu teman saya langsung bilang "Mungkin kamu cocoknya di Musik, Soalnya kamu orangnya puitis, sering Galau", ketika mendengar kata-kata galau saya hanya tertawa mendengarnya, ya saya juga sudah berpikiran dari dulu ingin sekali menjadi pemusik, tapi suara saya yang bisa dibilang datar ini pun salah satu kendalanya, tapi apapun tujuan hidup saya, saya ingin sekali membahagiakan orang tua dengan prestasi yang dapat saya capai, doa orangtua akan selalu menyertai anaknya walaupun bagaimanapun kondisi anaknya itu.

PS : Sebenarnya saya juga agak kurang tau puitis itu apa tapi saya men-searching di Pakar Pengetahuan yaitu google puitis sendiri artinya,

"puitis" sebenarnya tidak ada hubungannya dengan bahasa yang romantis indah meliuk-liuk, melainkan "bahasa yang tertata cermat dengan penataan bunyi, irama, dan makna khusus" 

ya, mungkin seperti itulah artinya.

Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peradaban Kuno Dunia