City Of Death 1 (First Book)

Title : City Of Death

Author : Tri Shena Orivia Pasin
Genre : Horror,Mystery,Adventure,NC 17,Romance,Friendship
Main Cast : - Shiori Tamao
                   - Sakakibara Haruma
                   - Kato Miyu (OC)
                   - Nishida Yu (OC)
                   - ETC...
Rating : PG 15 +
Lenght : Chapter #Maybe
Disclaimer : Penulis terinspirasi untuk buat cerita ini dari film Silent Hill yang ada kata - kata "Kota Mati" dari kalimat itu Penulis langsung terinspirasi sama juga Penulis terinspirasi sama FF yang Penulis baca yang Genre nya Mystery & Horror. RCL ya.... NO Bash, No Copas, Penulis terima Kritik nya tapi jangan yang terlalu pedas ya... cabe nya tiga biji aja, Penulis juga nerima Saran/masukan nya.

PS : Maaf sebelumnya cerita ini banyak yang Penulis revisi

DON'T FORGET RCL (Read,Coment,& Like). DON'T BE SILENT READERS

"Apakah kalian percaya bahwa Kota  Mati itu sebenarnya ada?"
"Yang di penuhi dengan kutukan pada masa lampau".
"Begitu banyak yang mengandung unsur SupraNatural".
"Yaitu dimana akan Berakhir Dengan KEMATIAN".
"Kota ini di sebut juga sebagai KOTA KEMATIAN"

"Ehhmm... Kota Kematian baru kali ini aku mendengar ada Kota seperti itu". Gumam Miyu saat ia membaca buku yang baru di beli nya kemarin sore.
"Aku memang sangat menyukai hal - hal yang berbau Misteri & Horror, ku kira cerita tentang Kota Kematian atau sebagiannya hanya ada pada cerita di Novel - Novel atau di Film - Film saja ternyata di dunia nyata nan moderen ini pun masaih ada cerita tentang hal Gaib". Guamam ku lagi saat membaca buku itu sambil memakan permen ChupaChupa ku. Tiba - Tiba Yu Sahabatku datang dan mengejutkan ku.
"BA...!!". Teriak Yu sambil memukul pundak ku. Ku lihat Yu seperti nya bingung dengan buku yang sedang ku baca.
"Ehemm... Buku apa itu yang sedang kau baca?". Tanya Yu sambil duduk di atas meja di depanku.
"Buku yang mana?". Tanyaku pura - pura tidak tahu.
"Aishhh...! Jangan pura - pura sok tidak tahu. Buku mana lagi selain buku yang kau pegang, jangan - jangan buku tentang Alam SupraNatural lagi". Jawab Yu sambil melihatku geram dan sambil memutarkan bola mata nya.
"BINGO!! Jawabaan mu benar judul buku ini adalah Ciudad Curse of the SuperNatural". Jawabku sambil tersenyum dan mengeluarkan pupy eyes ku!!.
"Hah?! apa buku apa? Seperti nya bahasa itu bahasa asing. Bahasa dari planet mana?". Tanya Yu sambil membelakangkan rambut nya untuk meperjelas pendengaran nya.
"Huh!! Begini saja ku jelasi. Bahasa dari buku ini memang tidak asing bagi telinga kita, andai kau tahu bahasa dari buku ini menggunakan bahasa Spanyol orang yang membuat buku ini pun berasal dari Spanyol yang arti nya dari judul ini adalah "Kota Kutukan para SupraNatural". Di buku ini  di jelaskan dimana para SupraNatural yang terkenal di suatu kota tertentu di pedalaman yang tidak diketahui oleh satu orang pun yang tahu hanya orang pendalaman itu saja yang tahu, sebenarnya kota ini tidak tertutup tetapi karena kebencian yang di tinggalkan oleh SupraNatural ini.
"Oh... Lalu kebencian apa yang di tinggalkan oleh SupraNatural ini?". Tanya Yu yang semakin penasaran.
"Di buku ini SupraNatural itu di hukum mati karena menurut masyarakat sekitar ia sangat begitu berbahaya untuk keturunan mereka kelak. karena biasa nya SupraNatural ini akan menjadikan anak kecil yang di bawah umur tujuh tahun sebagai Tumbal. Padahal dia adalah SupraNatural yang sangat lah terkenal. ia selalu di bangga - banggakan oleh masyarakat sekitar, tetapi semakin lama ia mempunyai pikiran yang busuk. Karena umur nya tidak muda lagi jadi nya ia harus menjadikan anak kecil di bawah umur tujuh tahun sebagai tumbal". Jawab ku. saking lama nya kami bercerita tidak terasa bel sekolah sudah berbunyi, dan memulai pelajaran lagi. Aku dan Yu Pun langsung duduk di meja masing - masing karena melihat Kojima-sensei telah masuk di kelas.

----------------------------------------------SKIP TIME-------------------------------------------------------------

Miyu POV

Aku berjalan menelusuri sekeliling kelas ku. Sungguh, sekarang ini aku tidak ingin pulang ke rumah melainkan ingin tetap tinggal di sekolah ini. Yu yang biasa nya selalu bersamaku sekarang diri nya sedang berkencan dengan Sakakibara Haruma laki - laki tampan yang selalu tebar pesona di hadapan Yu *plak*. Sedangkan pacarku Shiori Tamao ya siapa yang tidak tahu dengan dirinya yang tidak kalah tampan nya dengan Shiori Tamao. Sekarang dia tidak sedang sekolah melainkan liburan bersama keluarga nya di Amerika sebenarnya aku di ajak untuk liburan bersama nya tetapi aku menolak karena pelajaran lah yang nomor satu untuk sekarang. Sungguh aku sangat merindukan nya untuk kali ini. Tiba - tiba aku teringat dengan buku yang baru ku beli kamarin yap.... aku langsung saja berlari untuk mencari kelas yang aman,damai, dan tentram untuk membaca nya. saat ku berkeliling akhir nya ku temui kelas yang menurut kriteria ku yaitu kelas 1-3. aku langsung masuk kelas itu dan duduk di kursi paling belakang dan langsung membaca nya.

-Miyu POV End-

"mmmmm". Guamam ku saat membaca buku itu. dan aku langsung membulatkan mata saat membaca bagian, "Untuk menemukan Kota Mati itu ikutilah langkah - langkah ini" dan aku langsung membaca langkah - langkah itu.
"Kota ini di lihat bukan dengan mata telanjang tetapi dengan menggunakan kekuatan piskis, kota mati ini bukan berasal dari Negara mana, Daerah mana, melainkan di bawah alam sadar, bacalah mantra ini sebelum tidur Poderes mágicos estar y ser llevado a mi conciencia *ini dalam bahasa Spanyol loh!! jadi yang mau tau arti nya artin sendiri di mbah Google ya! kalo Author kasih tau arti nya jadi nggak asik deh*. tetapi hanya peringatan saja setiap kau tidur di dalam mimpi mu kau akan di bawa di Kota Mati itu. Selelsaikan lah mimpi itu sampai tragedi matinya SupraNatural itu dan kau akan di bawa ke Kota Mati itu dalam dunia nyata". Aku langsung menutup buku itu dan bergegas pulang ke rumah saat merasakan aura - aura aneh di tubuh ku. Saat di jalan aku selalu begumam tentang mantra itu. 
"sungguh apa maksud dari perkataan itu, aku tidak mengerti". Gumam ku saat di jalan.
"Poderes mágicos estar y ser llevado a mi conciencia"
"Poderes mágicos estar y ser llevado a mi conciencia" aku selalu menggulang - ulang mantra itu. Saat aku sedang melamun, aku langsung sadar saat mendengar bunyi hp ku, ternyata ada Email masuk, ya siapa lagi kalau bukan dari Tamao-kun. Isi pesan nya seperti ini.

From Tamao-kun :
Konnichiwa!! ehmm...Di sini sangat sepi jika tidak ada diri mu, aku sangat merindukan mu Miyu. Besok aku akan kembali ke Jepang, tunggu aku di sana, I'm Coming . Ore wa anata o daisuki.

To Tamao-kun :
Konnichiwa!! Ne, aku juga merindukan mu. Atashi mo anata o daisuki.

Miyu POV

Aku langsung memasukan hp ku lagi di dalam saku kantong baju ku. Tidak terasa aku sudah sampai di rumah ku juga, setelah sekian lama menyendiri di sekolah. Saat ini aku  baru teringat untuk membaca buku itu, aku langsung berlari menaiki tangga untuk ke kamar, Okaa-san yang melihat ku berlari langsung memanggilku dan langsung bertanya.
"Miyu, apa yang terjadi?". aku langsung berhenti sejenak dan langsung menjawab.
"ah...Tidak apa - apa. aku duluan...Aku harus menyelesaikan tugas ku". Aku berbohong dengan Okaa-san, tetapi sebenarnya aku memang mempunyai banyak tugas.
"Oh...Kerjakaanlah, maaf jika Okaa-san menggangu". Jawab Okaa-san karena merasa bersalah karena telah menggangu ku.
"Ah...Tidak Apa - apa kok!!". Kataku langsung mengeluarkan puppy eyes ku. dan langsung berlari menuju kamar.Saat sampai di kamar aku langsung melakukan nya, tetapi aku terhenti karena memikirkan sesuatu yang akan memebuat ku gelisah.
"Apakah aku harus melalukan ini?!". Aku bertanya pada diriku.
"Tetapi untuk kali ini tidak dulu. Aku harus meminta izin ke Tamao & Yu jika tidak ku sampaikan itu akan berbahaya untuk ku".

Miyu POV

Saat ini aku sedang terbaring lemas di kasur ku yang empuk dan berukuran besar, untuk saat ini aku sedang tidak mood untuk membaca buku itu. Saat melihat jam ternyata ini sudah jam 24.00, aku langsung menutup mataku, tetapi setiap ingin menutup mataku aku selelu terpikir tentang buku itu akhir nya apa boleh buat ku lanjutkan membaca buku itu.

- Miyu POV End -

"Oh ya Tuhan, menggapa sudah larut malam ini mataku tetap tidak mau menutup. Dan selalu terpikir tentang buku itu, apakah aku harus menelpon Tamao-kun?. Argggh...Tidak!! Aku harus melanjutkan membaca buku itu". Aku langsung mengambil buku itu dan langsung membaca nya aku terkejut saat melihat foto SupraNatural itu pada saat dia masih muda,dia sangatlah mirip dengan......

- TBC -

Gimana ceritanya bagus nggak??. Penulis mohon dengan sangat untuk RCL kalian, dengan kalian RCL ni cerita Penulis jadi semangat untuk bikin kelanjutan nya. Satu lagi maaf ya, klo ni cerita gk da picture nya, soal nya Penulis gak ada bakat ngedit foto #plak. arigatogozaimasu yang udah sempet baca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peradaban Kuno Dunia

PUITIS??? (Reaching Ambition and My Dreams)